Mencipta Desa, Membangun Manusia

Perda Situbondo Nomor 9 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Situbondo

Hosting Unlimited Indonesia
Perda Situbondo 9 Tahun 2013

BUPATI SITUBONDO


PERATURAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO
NOMOR 9 TAHUN 2013

TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SITUBONDO
TAHUN 2013 - 2033

PENJELASAN UMUM

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, RTRW Kabupaten Situbondo 2011 – 2031 juga merupakan penjabaran RTRW Propinsi Jawa Timur 2009 – 2029 ke dalam strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah kota.

Rencana Tata Ruang Wilayah Kota adalah rencana pengembangan kota yang disiapkan secara teknis dan non-teknis oleh Pemerintah Daerah yang merupakan rumusan kebijaksanaan pemanfaatan muka bumi wilayah kota termasuk ruang di atasnya yang menjadi pedoman pengarahan dan pengendalian dalam pelaksanaan pembangunan kota.

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Situbondo tahun 2013-2033 merupakan perwujudan aspirasi masyarakat yang tertuang dalam rangkaian kebijaksanaan pembangunan fisik Kabupaten Situbondo yang memuat ketentuan – ketentuan antara lain:

  1. Merupakan pedoman, landasan dan garis besar kebijaksanaan bagi pembangunan fisik Kabupaten Situbondo dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun, dengan tujuan agar dapat mewujudkan kelengkapan kesejahteraan masyarakat dalam hal memiliki kota yang dapat memenuhi segala kebutuhan fasilitas.
  2. Berisi suatu uraian keterangan dan petunjuk-petunjuk serta prinsip pokok pembangunan fisik kota yang berkembang secara dinamis dan didukung oleh pengembangan potensi alami, serta sosial ekonomi, sosial budaya, politik, pertahanan keamanan dan teknologi yang menjadi ketentuan pokok bagi seluruh jenis pembangunan fisik, baik yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Pemerintah Propinsi Jawa Timur, maupun Pemerintah Pusat dan masyarakat secara terpadu.
Berikut kami bagikan Perda Situbondo No. 9 Tahun 2013 Tentang Kepala Desa yang bisa Anda download secara gratis dalam web ini.

Penjelasan Pasal 6

Tujuan penataan ruang disusun dengan memperhatikan issue-issue pembangunan di Kabupaten Situbondo yaitu:

  1. Kawasan pengembangan teknologi tinggi di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton yang masuk dalam batas administrasi Kabupaten Situbondo akan mampu mendorong pengembangan wilayah barat Kabupaten Situbondo.
  2. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRW-P) Jawa Timur, direncanakan adanya pengembangan jaringan jalan tol mulai dari Surabaya sampai dengan Banyuwangi. Rencana jalan tol ini akan diarahkan mendekati jalan arteri primer melalui Banyuglugur-Besuki-Suboh-Mlandingan-Bungatan-Kendit-Panarukan-Panji-Kapongan-Arjasa-Jangkar-Asembagus-Banyuputih. Gerbang tol direncanakan berada di Kecamatan Besuki, Panarukan dan Jangkar yang berhubungan dengan jalan kolektor primer menuju Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Status jalan tol ini adalah sebagai jalan nasional.
  3. Dalam sistem pergerakan transportasi kereta api, di Kabupaten Situbondo direncanakan untuk menghidupkan kembali jalur kereta api yang sudah ada untuk melayani pergerakan Panarukan-BondowosoKalisat-Jember.
  4. Kawasan pengembangan industri besar pemurnian minyak di Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran dan industri pengolahan logam di Kecamatan Banyuputih akan mampu mendorong pengembangan wilayah utara Kabupaten Situbondo.
  5. Pengembangan jalan lingkar kota di Kabupaten Situbondo memiliki hubungan dengan sistem jaringan jalan Provinsi dan Nasional melalui jalan arteri primer dengan Jalur Probolinggo - Situbondo – Banyuwangi (yang memiliki jalur Penyeberangan Nasional yaitu Pelabuhan Padangbai);
  6. Adanya penetapan kawasan strategis fungsi dan daya dukung lingkungan hidup meliputi Taman Nasional Baluran (untuk penangkaran Banteng jawa yang masih dilindungi) di Kecamatan Banyuputih dan Taman wisata alam yaitu Taman Wisata Kawah Ijen, memiliki fungsi lingkungan khusus dan keragaman biota didalamnya yang perlu dipertahankan keberadaannya.

 

Berlangganan

Berlangganan: Dapatkan berbagai materi dan informasi seputar Desa yang terupdate dangan menyesuaikan kondisi terkini dan sesuai regulasi terbaru.

0 Komentar:

Memuat…

Tautan (link) hidup dalam komentar akan terhapus secara otomatis.
Untuk menyisipkan tautan dengan aman, gunakan kode [url=http://example.com]Teks Tautan[/url]
Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">KODE ANDA</i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan kode [img]URL GAMBAR[/img]
Untuk menyisipkan judul, gunakan tag <b rel="h4">JUDUL ANDA DI SINI…</b>
Untuk menciptakan efek tebal gunakan tag <strong>TEKS ANDA DI SINI…</strong>
Untuk menciptakan efek huruf miring gunakan tag <em>TEKS ANDA DI SINI…</em>

Khusus untuk membalas komentar disarankan menggunakan tombol balas di samping komentar terkait dibandingkan menggunakan formulir komentar di bawah agar komunikasi lebih terstruktur. Karena mungkin, apa yang Anda tanyakan/katakan saat ini akan sangat bermanfaat bagi pembaca lain.

:) :( ^_^ :D ;) :bd :'( :\ ;p B) :Q :Ozzz 7:( \o/ **p :* 0:) :a 7:O *fuck* x& x@ ~x( *yaya* =p*

C:ID ❖ CIPTA DESA. Media ini merupakan pembelajaran bersama dari berbagai sumber terpecaya dan bertujuan sebagai media sharing bersama dari berbagai kebutuhan berdesa secara administrasi, mulai dari regulai-regulasi desa, format dokumen dan video yang sudah dikemas dengan diskusi-sikusi dari mereka yang profesional demi menjawab kabutuhan terkini dalam berdesa.

  ENGLISH

This media is shared learning from various trusted sources and aims to be a shared media of various administrative needs of the village, starting from village regulations, document formats and videos that have been packaged with discussions from professionals in order to answer the latest problems in rural areas.

DAFTAR TAUTAN


THE RULES


Saya tidak bisa hidup tanpa JavaScript!Aktifkan JavaScript?
Ke atas!