Pelatihan KPM Semangka Dalam Pencegahan Stunting

Pelatihan KPM Semangka Dalam Pencegahan Stunting
Pelatihan KPM Semangka (Mangaran - Kapongan) di Rumah Makan Kaliurang Kapongan - Situbondo

Tim pelaksana inovasi desa (TPID) Kecamatan Mangaran dan Kapongan melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Sumberdaya Manusia (PSDM) yang menjadi salah satu tahapan Program inovasi Desa (PID) Tahun 2019. Pelatihan ini melibatkan desa-desa di wilayah Kecamatan Mangaran dan Kapongan (Se-Mangka) sebanyak 2 orang utusan desa, yakni dari unsur pemerintah desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Pelaksanaan yang dilaksnakan di Aula Rumah Makan Kaliurang Kecamatan Kapongan ini, berlangsung 2 hari pada tanggal 9 – 10 September 2019.

Kegiatan PID ini dibiayai oleh dana operasional Kecamatan (DOK) TPID tahun anggaran 2019 dari 2 kecamatan yang digabungkan (cluster, red) menjadi satu kegiatan dengan tujuan agar peningkatan kapsitas peserta bisa maksimal dan terstruktur dengan melibatkan pendamping desa dari semua jajaran. Mulai dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) dan Tim Pendamping Ahli Kabupaten. Karena diharapkan dalam mengawal perencanaan desa ada kolaborasi antara pemdes, masyarakat dan pendamping dalam mengatasi stunting yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam pencegahan stunting.

Acara yang di buka secara resmi oleh Sekretaris Camat Kapongan, Dilis pada hari pertama mengaharapkan peserta untuk cermat dan konsentrasi mengikuti pelatihan agar semua materi ini bermanfaat baik jepada desa ataupun kepada masyarakat secara umum. “KPM yang dilatih pada saat ini kedepan sangatlah dibutuhkan oleh pemerintah dalam pencegahan stunting, karena yang tau kondisi dibawah adalah kader-kader desa khususnya KPM di masing-masing desa” jelasnya.

Selain itu, dia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak bersifat stagnan alias berkelanjutan utnuk perbaikan-perbaikan perencanaan desa kedepan. “Peserta diharapkan untuk terus berkelanjutan dalam mengawal perencanaan desa khususnya pencegahan stunting, karena stunting perlu diatasi semaksimal dan sedini mungkin. Makanya perlu kesadaran dan keterlibatan bersama untuk pembangunan manusia yang lebih baik,” harapnya.

Disisi lain, ketua panitia pelatihan JW. Hendarto ketika ditemui menyampaikan pelatihan ini sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam mengatasi stunting melalui program PID tahun anggaran 2019. “Kami hanya sebagai pelaksana kegiatan, alokasi kegiatan ini bersumber dari dana DOK perkecamatan sebesar 15%, namun kami sangat berharap peserta lebih fokus untuk pembelajaran demi pencegahan stunting,” paparnya.

Eeng, sapaan akrabnya, juga mengapresiasi kepada panitia yang telah sukses melaksanakan kegiatan yang sesuai rencana dan scedule yang ditetapkan oleh kabupaten. “saya selaku ketua panitia berterima kasih kepada semua elemen yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, tanpa mereka kami tidak ada apa-apanya,” imbuhnya.

Pelatihan KPM Semangka Dalam Pencegahan Stunting
Penyematan ID Peserta pelatihan Oleh Sekcam Kapongan, Dilis

Ditempat terpisah salah satu pemateri dati Tim Ahli Kabupaten, Feri Sapta, mengharapkan nantinya segenap elemen juga mengawal perencanaan desa dalam mencegah stunting sejak dini. Untuk itu, penggunaan Dana Desa (DD) dimasing-masing desa lebih memprioritaskan kepada pemberdayaan dan pembangunan manusia, karena pembangunan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur desa.

“DD tahun 2020 lebih diprioritaskan di pemberdayaan bidang kesehatan, seperti halnya pemenuhan kelengkapan sarana prasrana posyandu dan peningkatan kapasitas kader-kader kesehatan dalam mencegah stunting yang perlu ditangani sejak dini dan terstruktur,” jelasnya.

REFRENSI PELATIHAN

URAIANKETERANGAN
PanitiaTPID (Mangaran - Kapongan)
PemateriCamat, OPD Kesehatan (Mangaran - Kapongan), Tim Ahli Kabupaten
Peserta12 Orang (Mangaran) dan 20 Orang (Kapongan)
FasilitatorPLD, PDP dan PDTI