Laporan Pengkajian Keadaan Desa

Laporan Pengkajian Keadaan Desa
Illustration - ciptaDesa.com

Latar Belakang

Salah satu elemen mendasar dalam penyelenggaraan pembangunan Desa adalah ketersediaan RPJM Desa dan RKP Desa. Karena kedua dokumen tersebut merupakan arah dan kebijakan pembangunan jangka menengah dan jangka pendek Desa. Maka kualitas RPJM Desa dan RKP Desa menjadi penting untuk menjadi perhatian baik dari segi proses penyusunannya, kualitas dokumen maupun kesesuaian dengan perundang-undangan. Pengkajian Keadaaan Desa (PKD) adalah merupakan proses wajib yang harus dilakukan untuk memastikan kualitas proses penyusunan Dokumen Perencanaan Desa. Dengan adanya Pengkajian Keadaan Desa , Tim Penyusun bisa mengetahui potensi yang sebenarnya yang bisa diangkat untuk bisa dikembangkan dan mengetahui masalah yang terjadi ditingkat bawah, sehingga bisa tahu dengan cara apa untuk menyelesaikannya.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali secara obyektif, lengkap dan cermat:

  1. Penyelarasan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten/Kota
  2. Pengkajian Potensi Desa
  3. Pengkajian Peluang pendayagunaan sumber daya Desa
  4. Pengakajian Potensi dan masalah

Tim Pelaksana PKD

Pengkajian keadaan Desa dilakukan oleh Tim Penyusun RPJM Desa dengan dibantu oleh Semua perangkat Desa khususnya Pelaksana kewilayahan atau kadus, dan juga dibantu oleh Ketua RT/RW dimasing masing wilayah.

Pendekatan dan Metode

Pengkajian keadaan Desa dilakukan secara partisipatif dengan menggunakan metode tatap muka dengan berdiskusi, memahami dan mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga dalam hal ini pemerintah Desa bisa menjembatani dan merealisasikan kebutuhan masyarakat. Metode yang dilakukan melalui diskusi kelompok dan memetakan masalh dan potensi dimasing-masing dusun guna menciptakan kajian dan tindakan yang harus dilakukan oleh Desa.

Setelah melakukan inventarisir masalah dan potensi yang ada di masing-masing dusun, kelompok memetakan kajian dari maslah dan potensi yang ada untuk dilakukan tindakan priorita sebagai alternatif solusi dalam membangun Desa yang lebih baik dan maju seperti yang diharapkan cita-cita Undang-Undang Desa.

Selain hal tersebut, forum juga menyepakati delegasi/perwakilan masayarakat yang akan memperjuangkan usulan program dan kegiatan dusunnya melalui forum musrenbang Desa.

Alat Kaji dan Instrumen

Alat kaji yang digunakan adalah Peta Sosial Desa, kalender musim, bagan hubungan antar lembaga/kelembagaan, data aset Desa, dan BUMDESA. Semua alat kaji itu djadikan dasar untuk Tim penyusun untuk merumuskan dan merencanakan dokumen RPJM Desa ini. Semua dijadikan acuan untuk bisa melihat potensi dan masalah yang ada, sehingga Tim Penyusun bisa menentukan langkah apa yang bisa diambil dan dilaksanakan untuk kedua hal tersebut.

Proses Pelaksanaan

  1. Kepala Desa menyampaikan visi misinya yang menjadi visi misi Desa.
  2. Tim Penyusun menjabarkan visi misi Kepala desa dengan menindaklanjuti hasil dari Musdes Perencanaan Desa dalam penyusunan RPJM Desa.
  3. Mengikuti sosialisasi dan/atau mendapatkan informasi tentang arah kebijakan pembangunan kabupaten/kota.
  4. Memfasilitasi masyarakat dalam pertemuan di tingkat kelompok atau dusun untuk menemukenali potensi, masalah dan kebutuhan masyarakat dengan menggunakan alat kaji tersebut di atas.
  5. Memfasilitasi masyarakat dalam pertemuan di tingkat kelompok atau dusun untuk menemukenali peluang pendayagunaan sumber daya Desa.

Hasil Kajian dan Evaluasi

berdasarkan hasil kajian dan data yang dikumpulkan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Ada potensi ditiap tiap lingkungan yang harus di angkat dan dikembangkan.
  2. Setiap masalah dilingkungan dapat diketahui dan segera dicarikan solusinya.
  3. Menentukan prioritas program dan kegiatan di masing-masing yang akan di bawa ke Musrenbang Desa penyusunan pembangunan selama 6 (enam) tahun.

Rencana Kerjadan Tindak Lanjut

Menyusun rekapitulasi usulan kegiatan pembangunan Desa. Setelah Tim Penyusun melaksanan kegiatan pengkajian kaadaan kondisi Desa, dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, maka segeralah untuk menyusun semua bentuk kebutuhan dari masyarakat dalam Dokumen RPJM Desa Tahun 2020 - 2025, yang dilalui dengan proses musyawarah.

Berikut kami bagikan Laporan Pengkajian Keadaan Desa (PKD) yang menjadi bagian tidak terpisahkandari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Tahun 2020 - 2025 yang bisa Anda download secara gratis dalam web ini.

Laporan Pengkajian Keadaan Desa 99.5 KB
Download Dokumen RPJM Desa 74.7 KB
Pedoman Penyusunan RPJM Desa 1.7 MB