Draft SK Pemulasaran Jenazah Covid-19

SK Pemulasaran Jenazah  Covid-19
Illustration - ciptaDesa.com

Corona virus Disease-19 (COVID-19) telah dinyatakan sebagai Pandemi oleh WHO, hingga saat ini kasusnya masih meningkat secara signifikan dan menimbulkan banyak korban kematian di lebih dari 150 negara. Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus COVID-19 yang tinggi dan ditetapkan sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit oleh BNPB, yang tersebar di 34 Provinsi.

Kondisi pandemi mengakibatkan banyaknya korban meninggal dan tidak dapat ditentukan dengan pasti apakah jenazah atau kematian itu meninggal karena covid-19. Hal ini membutuhkan langkah-langkah tatalaksana secara spesifik untuk mencegah terjadinya penyebaran kepada tenaga medis maupun tenaga pemulasaran jenazah, serta keluarga dan masyarakat secara umum. Oleh karena itu perlu disusun pedoman penanganan pemulasaran jenazah yang meninggal baik di lingkungan masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan.

Mempertimbangkan bahwa jenazah pende-rita covid adalah jenazah yang terinfeksi penyakit menular atau diduga terinfeksi penyakit menular dan harus ditangani secara khusus, maka pedoman ini harus memenuhi ketentuan keamanan bagi petugas secara medis dan ketentuan Syara’ untuk memenuhi hak-hak jenazah.

  1. bahwa sehubungan dengan adanya kematian disebabkan terjadinya kejadian luar biasa terkait pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Desa;
  2. bahwa dalam rangka upaya pencegahan terjadinya transmisi/penularan penyakit dari jenazah ke lingkungan dan untuk mengoptimalkan jalannya kegiatan pembinaan kemasyarakatan di Desa, khususnya menyangkut pembinaan keagamaan dan pelayanan kematian, serta untuk mengantisipasi penolakan jenazah yang terinfeksi penyakit menular oleh warga, maka perlu membentuk Tim Relawan Pemulasaran Jenazah COVID-19;
  3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, maka perlu menetapkan Keputusan Kepala Desa tentang Pembentukan Tim Relawan Pemulasaran Jenazah di Masa Pandemi Covid-19;
KESATU Membentuk Tim Relawan Pemulasaran Jenazah di Masa Pandemi COVID-19 Desa sebagaimana tercantum pada lampiran yang tidak terpisahkan dalam keputusan ini.
KEDUA Keanggotaan Tim berasal dari unsur masyarakat Desa yang bersedia menjadi relawan dan ditetapkan melalui Musyawarah Desa dengan susunan sebagai berikut:
  1. 1 (satu) orang, bertindak sebagai Koordinator Tim; dan
  2. sekian orang, sebagai anggota.
KETIGA Tim Relawan Pemulasaran Jenazah di Masa Pandemi COVID-19 sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU bertugas:
  1. melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa, Satgas Covid-19, dan pihak keluarga;
  2. mengurus jenazah mulai dari proses memandikan sampai dengan pemakaman jenazah;
  3. menangani jenazah sesuai dengan protokol kesehatan dan/atau sesuai dengan mekanisme yang disepakati bersama antara pihak keluarga, Pemerintah Desa, dan Satgas Covid-19;
  4. mempersiapkan lahan untuk lokasi yang akan dijadikan tempat pemakaman jenazah;
  5. bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan unsur mayarakat Desa lainnya dalam menjalankan tugas-tugasnya;
  6. mengikuti bimbingan dan pelatihan; dan
  7. mendokumentasikan dan melaporkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan kepada Pemerintah Desa.
KEEMPAT Masa kerja Tim Relawan Pemulasaran Jenazah di Masa Pandemi COVID-19 berakhir sampai dengan sudah berakhir masa pendemi Covid-19 dan/atau status Desa sudah berada pada Zona Hijau berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Tim akan dilakukan evaluasi setiap 6 (bulan) sekali oleh Pemerintah Desa.
KELIMA Tim Relawan Pemulasaran Jenazah di Masa Pandemi COVID-19 mendapatkan hak berupa honorarirum yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan Desa dan disepakati dalam Musyawarah Desa. Selain hak atas honorarium, Tim juga memperoleh hak atas jaminan keselamatan selama menjalankan tugas berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan kelengkapan lainnya sesuai dengan protokol kesehatan.
KEENAM Segala biaya yang timbul akibat diterbitkannya Keputusan ini dibebankan pada APB Desa Tahun anggaran 2021;
KETUJUH Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan didalamnya akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
SK Pemulasaran Jenazah Covid-19 42.8 KB