CLOSE AD
SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Paparan KPM Rembuk Stunting Desa 2024

Rembuk Stunting Desa merupakan tahapan krusial yang harus dilaksanakan sebelum penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). Forum ini berfungsi sebagai pra-musdes perencanaan desa yang bertujuan untuk membahas hasil pemantauan layanan pendidikan dan kesehatan yang dilakukan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang di SK Kepala Desa. Melalui musyawarah ini, data perkembangan sasaran layanan dikonversi menjadi rekomendasi program dan kegiatan konvergensi pencegahan stunting yang akan didanai pada tahun anggaran berikutnya.

Kesepakatan prioritas yang diputuskan dalam sidang pleno Rembuk Stunting Desa menjadi mandat bagi tim penyusun RKP Desa untuk dicantumkan dalam dokumen perencanaan. Hal ini sejalan dengan mandat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, di mana desa wajib memastikan layanan kepada kelompok sasaran seperti Posyandu, PAUD, Calon Pengantin (Catin), Remaja Putri, hingga Keluarga Berisiko Stunting berjalan secara optimal dan terintegrasi.

Indikator Sasaran dan Kendala Layanan Konvergensi

Dalam forum Rembuk Stunting Desa, KPM memiliki peran sentral untuk memaparkan kendala dan permasalahan pada lima indikator sasaran utama. Data ini menjadi basis bagi peserta rembuk untuk mencari solusi dan intervensi yang tepat:

I. Sasaran Remaja Putri dan Calon Pengantin

Intervensi awal dilakukan untuk memutus rantai stunting sejak dini melalui:

  1. Remaja Putri: Pemantauan status anemia dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin di sekolah atau posyandu remaja.
  2. Calon Pengantin: Pemeriksaan kesehatan pranikah (Vaksin/TTD) serta keaktifan mengikuti bimbingan persiapan perkawinan.

II. Sasaran Ibu Hamil dan Balita (0-59 Bulan)

Fokus pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang meliputi:

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
  1. Ibu Hamil & KEK: Pemeriksaan kehamilan (ANC), kepesertaan KB pasca persalinan, pemberian gizi tambahan (PMT), dan kepatuhan konsumsi minimal 90 tablet TTD.
  2. Anak 0-59 Bulan: Pemantauan rutin tumbuh kembang di Posyandu, keaktifan di BKB/PAUD, imunisasi dasar lengkap, serta intervensi gizi bagi anak gizi buruk atau stunting.

Indikator Keluarga Berisiko Stunting dan Keluarga Rentan

Selain layanan kesehatan langsung, Rembuk Stunting Desa juga membahas faktor lingkungan dan sosial sebagai intervensi sensitif:

  • Kepemilikan administrasi kependudukan (KK) dan kepesertaan jaminan kesehatan (BPJS).
  • Akses terhadap sumber air minum bersih dan penggunaan jamban sehat/sanitasi layak.
  • Pendataan keluarga rentan (ekonomi/difabel) untuk memastikan penerimaan bansos (PKH/BLT-DD).
  • Pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, Rembuk Stunting Desa adalah kunci keberhasilan konvergensi layanan di tingkat desa. Paparan data dari KPM mengenai kendala di lapangan harus dijawab dengan kebijakan anggaran yang inklusif dalam RKP Desa. Dengan memprioritaskan usulan program berdasarkan data riil sasaran, desa dapat secara signifikan menurunkan angka prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mari sukseskan percepatan penurunan stunting melalui perencanaan desa yang partisipatif dan berbasis data.

Gunakanlah draf indikator di atas sebagai materi utama dalam menyusun paparan KPM di desa Anda. Dokumentasi hasil rembuk yang kuat akan memudahkan proses verifikasi program di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Semoga panduan teknis ini bermanfaat bagi seluruh jajaran pemerintah desa dan kader pembangunan manusia dalam menuntaskan agenda kesehatan nasional.

paparan_kpm.ppt1.1 MB
berita_acara_rembuk_stunting_desa.doc156 KB

Info!Simak dan dapatkan dokumen/file sesuai kebutuhan Desa Anda langsung dari ponsel! Akses Cipta Desa WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar perkembangan desa. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel Anda.

Lihat Dokumen Lainnya
File Original DOWNLOAD TANPA IKLAN ×
🛑
Pemblokir Iklan Terdeteksi!
Halo! Kami perhatikan Anda menggunakan AdBlocker atau DNS Pribadi. Akses membaca terkunci. Mohon dukung operasional web Cipta Desa dengan menonaktifkan fitur tersebut agar kami bisa terus berbagi dokumen desa gratis.