CLOSE AD
SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Surat Permohonan Cuti Pilkades

Dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), terdapat aturan khusus mengenai netralitas dan status jabatan bagi petahana maupun aparatur desa yang mencalonkan diri. Penyusunan Surat Permohonan Cuti Pilkades menjadi kewajiban mutlak bagi Kepala Desa aktif (incumbent) maupun Perangkat Desa guna menjaga etika birokrasi dan menghindari penyalahgunaan wewenang selama masa pemilihan berlangsung.

Berdasarkan regulasi, terdapat perbedaan waktu pelaksanaan cuti bagi aparatur desa. Perangkat desa diwajibkan mengajukan cuti sejak ditetapkan sebagai Bakal Calon Kepala Desa. Sementara itu, bagi Kepala Desa (incumbent), kewajiban cuti dimulai sejak ditetapkan sebagai Calon Kepala Desa yang berhak dipilih. Hal ini sesuai dengan lampiran Perbup Situbondo Nomor 19 Tahun 2019 sebagai peraturan pelaksanaan Perda Kabupaten Situbondo Nomor 9 Tahun 2015 tentang Kepala Desa.

Perbedaan Tujuan Surat Permohonan Cuti

Meskipun sama-sama merupakan aparatur desa, tujuan pengajuan Surat Permohonan Cuti Pilkades memiliki perbedaan instansi yang berwenang memberikan izin, yaitu:

  • Kepala Desa (Incumbent): Surat permohonan cuti ditujukan kepada Bupati melalui Camat;
  • Perangkat Desa: Surat permohonan cuti ditujukan kepada Kepala Desa melalui Ketua Panitia Pemilihan.

Ketentuan Khusus bagi Anggota BPD

Penting untuk diperhatikan bahwa perlakuan terhadap anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berbeda dengan perangkat desa. Anggota BPD tidak diperkenankan hanya mengambil cuti, melainkan harus mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini diatur secara tegas dalam Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 pada Pasal 19 ayat (2), yang menyatakan bahwa anggota BPD diberhentikan apabila ditetapkan sebagai Calon Kepala Desa. Ketentuan ini bertujuan untuk menjamin independensi BPD sebagai lembaga pengawas jalannya Pilkades.

Isi Penting dalam Surat Cuti Pilkades

Sebuah Surat Permohonan Cuti Pilkades yang benar harus memuat informasi sebagai berikut:

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
  1. Identitas diri lengkap (Nama, Jabatan, dan NIK);
  2. Pernyataan maksud pengajuan cuti dalam rangka pencalonan Kepala Desa;
  3. Jangka waktu cuti (terhitung sejak tanggal penetapan calon hingga selesainya tahapan pemungutan suara);
  4. Pernyataan kesediaan untuk tidak menggunakan fasilitas jabatan selama masa cuti;
  5. Tanda tangan pemohon dan persetujuan dari pejabat yang berwenang.

Implikasi Masa Cuti terhadap Pemerintahan Desa

Selama Kepala Desa atau Perangkat Desa menjalani masa cuti kampanye, tugas-tugas pemerintahan akan dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) atau pejabat yang ditunjuk agar pelayanan publik di desa tetap berjalan normal. Surat Permohonan Cuti Pilkades ini menjadi dasar hukum bagi pejabat di atasnya untuk menerbitkan Surat Perintah Tugas bagi pengganti sementara. Ketertiban dalam mengurus administrasi cuti ini akan melindungi calon dari potensi sengketa administratif di kemudian hari.

Kesimpulan

Surat Permohonan Cuti Pilkades adalah instrumen kepatuhan hukum bagi aparatur desa yang ingin berkompetisi. Dengan mengikuti format dalam Perbup Situbondo Nomor 19 Tahun 2019, bakal calon telah menunjukkan integritasnya sebagai pejabat publik yang taat aturan. Pengelolaan masa cuti yang tertib memastikan pesta demokrasi desa berlangsung secara jujur, adil, dan profesional tanpa intervensi kekuasaan.

surat_cuti_pilkades.doc21 KB
dokumen_pilkades.zipunlimited

Info!Simak dan dapatkan dokumen/file sesuai kebutuhan Desa Anda langsung dari ponsel! Akses Cipta Desa WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar perkembangan desa. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dokumen

381 Topik
Lihat Dokumen Lainnya
🛑
Pemblokir Iklan Terdeteksi!
Halo! Kami perhatikan Anda menggunakan AdBlocker atau DNS Pribadi. Akses membaca terkunci. Mohon dukung operasional web Cipta Desa dengan menonaktifkan fitur tersebut agar kami bisa terus berbagi dokumen desa gratis.